SK MENDIKNAS RI NO. 01/D/0/2009

Panduan Akademik STIKEP PPNI Jawa Barat

Sistem akademik pendidikan tinggi yang didasarkan pada Sistem Kredit Semester. Sistem akademik perguruan tinggi yang didasarkan pada Sistem Kredit semester (SKS) yang dilaksanakan pada PTN dan PTS, mengacu pada beberapa peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, melalui Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Mendiknas ataupun Jajarannya seperti Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen dikti), sebagai berikut:

 

  • Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional;
  • Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  • Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  • Keputusan Mendiknas Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi;
  • Keputusan Mendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum  Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar.
  • Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi;
  • Keputusan MK.WASPAN Nomor 38/Kep/MK.WASPAN/8/1999 tentang jabatan Fungsional dosen dan Angka Kreditnya.

Berdasarkan pada Sistem Kredit Semester tersebut, maka ada beberapa tata aturan yang merupakan ruang lingkup SKS, sebagai berikut :

  • Pengertian dari sisten kredit, satuan kredit semester, dan semester yang diimplementasikan pada : penyelenggaraan kuliah, praktikum, kerja lapangan, beban kerja dosen, dan beban kerja mahasiswa;
  • Administrasi Sistem Kredit Semester yang berlaku bagi mahasiswa meliputi:

a. Kalender Akademik;
b. Tahap pendaftaran;
c. Tahap pengambilan Kartu Rencana Pengambilan Matakuliah dan Kartu Batal Tambah;
d. Perwalian;
e. Pelaksanaan perkuliahan;
f. Kartu Hasil Studi;
g. Pengambilan cuti Akademik;
h. Perpindahan/mutasi mahasiswa secara internal atau eksternal.

  • Administrasi dosen, yang meliputi:

a. Persyaratan minimal untuk menjadi dosen pengampu mata kuliah;
b. Pembuatan SAP, AP, Silabi atau deskripsi mata kuliah, modul dan diktat;
c. Frekuensi Kehadiran;
d. Kemampuan membuat evaluasi hasil belajar mahasiswa.

  • Kurikulum Operasional
  • Sistem evaluasi belajar mahasiswa, meliputi beberapa cara penilaian yaitu : PAP, PAN, dan PAL yang didasarkan pada pembobotan sebagai berikut :

a. Nilai kehadiran;
b. Nilai Tugas Mandiri;
c. Nilai Tugas Kellompok/seminar
d. Nilai UTS;
e. Nilai UAS.

  • Penyusunan makalah, skripsi, atau tugas akhir yang disyaratkan;
  • Sistem EvaluasiĀ  Keberhasilan Mahasiswa pada Tahap akhir Studi mensyaratkan penyelesaian :

a. Seluruh rangkaian mata kuliah sesuai dengan target sks yang telah ditetapkan;
b. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,75;
c. Maksimal hanya memiliki 3 nilai dengan bobot D dan tidak pada mata kuliah prasyarat dan /pada kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK);
d. Telah menyelasaikan tugas akhir yang disyaratkan, dapat berbentuk skripsi untuk jenjang Sarjana (S1), Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk jenjang Diploma (D3).

  • Uji Kompetensi dan Uji Komprehensif Akhir
  • Wisuda dan Dies natalis.

 

Kotak Pencarian

Admin Area