International Nursing Summit 2026 & 5th West Java International Nursing Symposium 2026: Menyiapkan Perawat Masa Depan melalui Evidence-Based Practice, Digital Health, Smart Clinical Care, dan Patient Safety

PRESS RELEASE

BERITA KAMPUS

6/17/20263 min read

Bandung, 17 Juni 2026 – STIKep PPNI Jawa Barat menyelenggarakan International Nursing Summit 2026 & 5th West Java International Nursing Symposium (WJINS) 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Ballroom RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi keperawatan, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta mitra nasional dan internasional dalam memperkuat arah pengembangan keperawatan yang adaptif terhadap tantangan pelayanan kesehatan masa depan.

Mengusung tema “Future-Ready Nurses: Evidence-Based Practice, Digital Health, Smart Clinical Care, and Patient Safety,” kegiatan ini menegaskan pentingnya kesiapan perawat dalam menghadapi perubahan sistem pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, cepat, dan berbasis teknologi. Perawat masa depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis yang kuat, tetapi juga mampu menggunakan bukti ilmiah dalam praktik, memahami transformasi digital, mengembangkan pelayanan klinis yang cerdas, serta menjaga keselamatan pasien sebagai fondasi utama pelayanan kesehatan.

Kegiatan diawali dengan opening and welcome speech oleh Linlin Lindayani, S.Kep., Ners., MSN., Ph.D, selaku Ketua STIKep PPNI Jawa Barat, serta Dr. H. Deni Darmawan, MARS., CGRE., CHOP, Direktur RSUD Welas Asih. Kehadiran pimpinan institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan ini mencerminkan kuatnya komitmen kolaboratif antara dunia akademik dan layanan kesehatan dalam membangun kualitas praktik keperawatan yang unggul, humanis, dan berkelanjutan.

Forum ilmiah ini juga menghadirkan keynote speech dari Dr. Raden Vini Adiani Dewi, MMRS, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, yang membahas keunggulan keperawatan garda depan di Jawa Barat dalam respons cepat, asesmen yang akurat, dan pelayanan yang aman dalam praktik klinik sehari-hari. Materi ini menjadi refleksi penting bahwa perawat memiliki posisi strategis dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi pelayanan yang dinamis dan membutuhkan ketepatan respons.

Keynote speech berikutnya disampaikan oleh dr. Maya Kusumawati, Sp.PD, KEMD, FINASIM. Kehadiran beliau memperkaya perspektif ilmiah dalam kegiatan ini, terutama dalam memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi interprofesional, praktik klinis berbasis bukti, ketepatan asesmen, serta keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Materi ini menjadi bagian penting dalam menegaskan bahwa pelayanan kesehatan masa depan membutuhkan sinergi antara kompetensi klinis, teknologi, komunikasi, dan kepedulian terhadap pasien.

Sebagai forum internasional, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara plenary dari berbagai negara. Yen Chin Chen dari NCKU Taiwan membahas praktik pemantauan pasien berbasis bukti, dari asesmen keperawatan manual menuju alat klinis cerdas. Dr. Wilaporn dari BCNS Thailand memaparkan pemanfaatan alat digital dalam praktik keperawatan sehari-hari untuk menyederhanakan beban kerja, dokumentasi, dan tindak lanjut pasien. Sementara itu, Associate Professor Dr. Jayasree S. Kanathasan dari Lincoln University College menyampaikan strategi praktis keselamatan pasien untuk mencegah kesalahan klinis di lingkungan pelayanan keperawatan yang sibuk.

Kegiatan ini juga diperkuat oleh pemaparan Wang-Jung Chang dari National Kaohsiung University of Science and Technology, Taiwan, yang membahas pemanfaatan IoT dan perangkat medis cerdas dalam praktik keperawatan untuk pemantauan yang lebih aman, deteksi dini, dan efisiensi alur kerja. Selain itu, Prof. Shefaly dari National University of Singapore mengangkat topik mengenai perawatan anak dan keluarga berbasis bukti, khususnya dalam memperkuat keterampilan perawat pada asesmen pediatrik, edukasi orang tua, dan dukungan kesehatan anak berbasis digital.

Melalui rangkaian materi tersebut, International Nursing Summit 2026 & WJINS 2026 menjadi ruang belajar bersama yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa masa depan keperawatan harus dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan praktik berbasis bukti. Forum ini membuka ruang dialog antara pengalaman klinis, perkembangan teknologi, kebutuhan pasien, dan peran perawat sebagai penggerak utama keselamatan serta mutu layanan kesehatan.

Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai institusi nasional dan internasional sebagai bentuk kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan dan praktik keperawatan. Kolaborasi antara STIKep PPNI Jawa Barat, DPW PPNI Provinsi Jawa Barat, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Jakarta, RSUD Welas Asih, serta mitra internasional menjadi bukti bahwa penguatan keperawatan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan jejaring yang kuat, terbuka, dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui forum ilmiah internasional ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan, tetapi juga inspirasi untuk mengembangkan praktik keperawatan yang lebih responsif, aman, inovatif, dan berpusat pada kebutuhan pasien.

International Nursing Summit 2026 & WJINS 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas perawat Indonesia agar semakin siap menghadapi tantangan global. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun cara pandang baru bahwa digital health dan smart clinical care bukanlah pengganti sentuhan manusia dalam keperawatan, melainkan alat pendukung untuk membuat pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, aman, dan tetap humanis.

Melalui kegiatan ini, STIKep PPNI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam pengembangan pendidikan keperawatan, peningkatan kompetensi profesional, penguatan kolaborasi internasional, serta penerapan inovasi yang berdampak langsung pada mutu pelayanan kesehatan.

“Perawat masa depan adalah perawat yang mampu memadukan ilmu, teknologi, kepedulian, dan keselamatan pasien dalam setiap praktik pelayanan. Melalui kolaborasi ilmiah internasional ini, diharapkan lahir gagasan, jejaring, dan inovasi yang memperkuat kontribusi keperawatan Indonesia di tingkat nasional maupun global.”