PERS RELEASE STIKep PPNI Jawa Barat Perkuat Kemitraan dengan Sekolah melalui BK Partnership Gathering 2026, Bahas Tantangan Karier Siswa di Era Digital

BK Partnership Gathering 2026

BERITA KAMPUS

11/2/20265 min read

BANDUNG, 30 Oktober 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan BK Partnership Gathering 2026 pada Jumat (30/10/2026), bertempat di Kampus STIKep PPNI Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pengembangan jejaring kemitraan dengan para guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari SMA, SMK, dan MA.

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Masa Depan Lulusan Sekolah melalui Pendidikan Tinggi dan Karier Profesional di Bidang Kesehatan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan institusi dan program studi, tetapi juga forum dialog untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta peluang kolaborasi dalam mendukung kesiapan siswa melanjutkan pendidikan tinggi dan merencanakan karier.

Kegiatan dihadiri oleh unsur pimpinan STIKep PPNI Jawa Barat, perwakilan Yayasan PNI Jawa Barat, tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), serta para guru BK dari sekolah menengah yang berpartisipasi.

Memperkuat Peran Strategis Guru BK dalam Perencanaan Studi Lanjut

Guru BK memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenali potensi diri, menentukan pilihan pendidikan, memahami prospek profesi, serta mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Namun, perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku remaja, kondisi ekonomi keluarga, dan meningkatnya kompleksitas pilihan pendidikan tinggi menghadirkan tantangan baru dalam layanan bimbingan karier di sekolah.

Melalui BK Partnership Gathering 2026, STIKep PPNI Jawa Barat berupaya membangun hubungan yang lebih berkelanjutan dengan sekolah, sehingga informasi pendidikan tinggi dan dunia profesi kesehatan dapat disampaikan secara akurat, relevan, dan mudah diakses oleh guru BK, siswa, maupun orang tua.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua STIKep PPNI Jawa Barat, Linlin Lindayani, Ners., MSN., Ph.D., dilanjutkan sambutan perwakilan Yayasan PNI Jawa Barat, H. Wawan Arif, S.Kp., MM.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan pendidikan tinggi, peluang profesi kesehatan, serta informasi penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan oleh Ade Supriadi, S.Pd., M.Si.

Dalam sesi pengenalan institusi, peserta memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan di STIKep PPNI Jawa Barat, meliputi Diploma III Keperawatan, Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sarjana Informatika Kesehatan, serta Magister Keperawatan.

Pengenalan berbagai bidang pendidikan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan guru BK mengenai alternatif studi lanjut, termasuk bidang keperawatan, keselamatan kerja, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan.

Forum Suara Guru BK: Mengungkap Tantangan Pendidikan dan Karier Siswa

Salah satu agenda utama kegiatan adalah Forum Suara Guru BK, yang dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dipandu oleh Masdum Ibrahim, S.Kep., Ners., M.Kep.

Forum ini memberikan kesempatan kepada para guru BK untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, kebutuhan, serta harapan terhadap dukungan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan studi lanjut dan karier siswa.

Hasil diskusi mengidentifikasi sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian bersama.

Pertama, tantangan perkembangan psikososial siswa pada era digital. Para guru BK mengungkapkan kekhawatiran mengenai perubahan perilaku, tekanan psikologis, pengaruh teknologi, serta fenomena fear of missing out (FOMO) yang dapat memengaruhi cara siswa memandang masa depan dan menentukan pilihan pendidikan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan kemampuan mengambil keputusan, literasi digital, pemahaman potensi diri, dan kesiapan menghadapi pendidikan tinggi.

Kedua, pengaruh orang tua dan kondisi ekonomi keluarga terhadap keputusan studi lanjut. Guru BK menghadapi situasi ketika minat siswa tidak selalu sejalan dengan harapan orang tua. Selain itu, keterbatasan ekonomi dan kekhawatiran terhadap biaya pendidikan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan perguruan tinggi tujuan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa informasi pendidikan tinggi perlu menjangkau tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua sebagai pihak yang berperan dalam pendampingan dan pembiayaan pendidikan.

Ketiga, belum optimalnya komunikasi antara sekolah dan perguruan tinggi. Guru BK mengharapkan adanya hubungan yang lebih terstruktur agar informasi mengenai program studi, biaya pendidikan, beasiswa, dan prospek karier dapat diterima secara jelas dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kemitraan sekolah dan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang mendukung kebutuhan pendidikan siswa.

Guru BK Membutuhkan Informasi Beasiswa dan Bukti Nyata Prospek Kerja Lulusan

Temuan penting lainnya dalam FGD adalah kebutuhan guru BK terhadap informasi pendidikan tinggi yang valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Para peserta menekankan pentingnya akses terhadap informasi beasiswa, pembiayaan pendidikan, serta peluang kerja lulusan.

Guru BK juga mengharapkan perguruan tinggi dapat menyampaikan gambaran penyerapan lulusan berdasarkan data yang nyata, termasuk menghadirkan pengalaman dan testimoni alumni yang telah memasuki dunia kerja.

Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu siswa dan orang tua memahami hubungan antara pilihan program studi, kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, serta peluang pengembangan karier setelah lulus.

Bagi STIKep PPNI Jawa Barat, masukan tersebut menjadi bahan penting dalam mengembangkan strategi komunikasi pendidikan tinggi yang lebih informatif dan berbasis kebutuhan calon mahasiswa.

Peluang Kolaborasi: Edufair, Edukasi Kesehatan, hingga Program Sekolah Berkelanjutan

Selain membahas tantangan, Forum Suara Guru BK juga mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara STIKep PPNI Jawa Barat dan sekolah.

Para guru BK mengusulkan agar perguruan tinggi dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang telah menjadi agenda sekolah, seperti education fair atau edufair, kegiatan pengenalan profesi, serta layanan informasi studi lanjut.

Peluang kerja sama lainnya adalah penyelenggaraan edukasi dan skrining kesehatan bagi siswa, yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah dan kesiapan sumber daya perguruan tinggi.

Peserta juga menyampaikan harapan agar kemitraan memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah, tidak hanya berupa kegiatan promosi pendidikan, tetapi juga kontribusi nyata dalam mendukung lingkungan belajar dan kesehatan siswa.

Masukan tersebut membuka peluang bagi STIKep PPNI Jawa Barat untuk mengintegrasikan kegiatan kemitraan sekolah dengan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan jejaring kelembagaan.

Menyiapkan Program Kemitraan Sekolah Tahun 2027

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan BK Partnership Gathering 2026, sejumlah program dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kesediaan masing-masing sekolah.

Program yang direncanakan mencakup BK Partnership Forum sebagai wadah komunikasi berkelanjutan, Nursing Career Goes to School untuk memperkenalkan pendidikan dan karier profesional di bidang keperawatan, serta Campus Visit & Nursing Experience yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lingkungan pembelajaran dan fasilitas pendidikan kesehatan.

Selain itu, terdapat peluang pengembangan Health Education for Schools, yaitu kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa dan komunitas sekolah, serta PMB Information Partnership untuk menyediakan akses informasi pendidikan tinggi dan penerimaan mahasiswa baru secara berkala.

Pelaksanaan program-program tersebut akan memerlukan koordinasi lebih lanjut, penyesuaian dengan kalender pendidikan sekolah, serta kesepakatan kelembagaan yang jelas.

Dalam forum diskusi, para guru BK juga memberikan masukan mengenai pentingnya kejelasan mekanisme kerja sama, termasuk bentuk kegiatan, penanggung jawab, dan proses koordinasi antara sekolah dengan STIKep PPNI Jawa Barat.

Masukan ini menjadi perhatian dalam penyusunan tata kelola kemitraan agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, dan berkesinambungan.

Membangun Kemitraan yang Memberikan Manfaat Nyata

Para peserta memberikan tanggapan positif terhadap penyelenggaraan BK Partnership Gathering 2026. Melalui kegiatan tersebut, guru BK memperoleh kesempatan untuk mengenal STIKep PPNI Jawa Barat dan mendapatkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan rujukan dalam mendampingi siswa menentukan pilihan studi lanjut.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pendekatan komunikasi dua arah antara perguruan tinggi dan sekolah.

Melalui dialog langsung, perguruan tinggi dapat memahami kebutuhan sekolah secara lebih mendalam, sementara guru BK memperoleh akses terhadap informasi dan peluang program yang relevan dengan tugas pembimbingan siswa.

Ke depan, STIKep PPNI Jawa Barat diharapkan dapat mengembangkan kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada perluasan akses informasi pendidikan tinggi, tetapi juga mendukung peningkatan literasi karier, kesehatan remaja, kesiapan studi lanjut, serta penguatan hubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

BK Partnership Gathering 2026 menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih bermakna antara STIKep PPNI Jawa Barat dan sekolah, dengan menempatkan kebutuhan siswa, guru BK, serta keluarga sebagai bagian penting dalam pengembangan kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut:
Humas dan Tim Penerimaan Mahasiswa Baru
STIKep PPNI Jawa Barat